HIV / AIDS Naik 30% di Papua



Angka resmi dirilis bulan ini (Mei 2011) menunjukkan bahwa jumlah orang dengan HIV / AIDS di Papua telah bertumbuh hingga lebih dari 30 % hanya dalam empat bulan. Angka tersebut sekarang berdiri di lebih dari 17.000. Namun, dokter dan lain-lain yang bekerja di wilayah Papua, percaya bahwa itu akan jauh lebih tinggi. Tingkat infeksi HIV di Papua adalah 15 kali rata-rata nasional Indonesia.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua, menunjukkan bahwa daerah dengan kenaikan tertinggi dan tingkat infeksi secara keseluruhan adalah Mimika Grasberg, diareal tambang raksasa emas dan tembaga. Tambang yang dimiliki oleh Amerika dan Inggris ini yang telah menghancurkan negeri orang Papua dan khususnya suku Amungme dan Kamoro, membawa banyak orang luar masuk, termasuk pekerja seks, ke daerah tersebut.

Beberapa orang Papua percaya bahwa militer sengaja membawa pelacur yang terinfeksi dengan virus ke dalam wilayah tersebut. Tentara telah dikenal sering menawarkan alkohol dan pekerja seks untuk para pemimpin suku dalam rangka untuk mendapatkan akses ke tanah mereka dan sumber dayanya.

Survival International, kampanye LSM untuk hak-hak orang-orang suku, mengatakan banyak warga Papua menghindari mencari bantuan karena mereka tidak mempercayai pelayanan kesehatan Indonesia, percaya bahwa mereka sengaja menulari orang Papua dengan penyakit. Sikap rasis terhadap orang Papua yang biasa, alasan lain bahwa rakyat Papua menghindari klinik pemerintah dijalankan, menambahkan Survival.

Comments

Post a Comment