Tuesday, February 21, 2012

Sejarah Papua: Isi Proklamasi 1 Juli 1971 Reviewed by Bernard Agapa Date February 21, 2012 Rating: 3

Sejarah Papua: Isi Proklamasi 1 Juli 1971

Seth Jafet Rumkorem (Foto: Doc.Pribadi)
Setelah wilayah Papua Barat dimasukan secara sepihak lewat manipulasi Penentuan Pendapat Rakyat oleh Indonesia pada tahun 1969, wilayah ini diduduki layaknya sebuah wilayah jajahan. Indonesia mulai memperketat wilayah ini untuk mematikan gerakan kemerdekaan Papua Barat yang dilancarkan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM)  lewat perjuangan diplomasi dan gerilya.
Pada tanggal 1 Juli 1971 di suatu tempat di Desa Waris, Kabupaten Jayapura, dekat perbatasan Papua New Guinea, yang dijuluki (Markas) Victoria, yang kemudian dijuluki dalam kosakata rakyat Papua Barat sebagai “Mavik" “dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat. Proklamasi ini dicetuskan oleh Seth Jafet Rumkorem  sebagai Presiden Papua Barat, dan didampingi oleh Jakob Prai  sebagai Ketua Senat (Dewan Perwakilan Rakyat), Dorinus Maury sebagai Menteri Kesehatan, Philemon Tablamilena Jarisetou Jufuway sebagai Kepala Staf Tentara Pembebasan Nasional (TEPENAL ), dan Louis Wajoi sebagai Komandan (Panglima) TEPENAL Republik Papua Barat.

Isi teks Proklamasi 1 Juli 1971 adalah:


PROKLAMASI

Kepada seluruh rakyat Papua, dari Numbai sampai ke Merauke, dari Sorong sampai ke Balim (Pegunungan Bintang) dan dari Biak sampai ke Pulau Adi.
Dengan pertolongan dan berkat Tuhan, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumkan pada anda sekalian bahwa pada hari ini, 1 Juli 1971, tanah dan rakyat Papua telah diproklamasikan menjadi bebas dan merdeka (de facto dan de jure).
Semoga Tuhan beserta kita, dan semoga dunia menjadi maklum, bahwa merupakan kehendak yang sejati dari rakyat Papua untuk bebas dan merdeka di tanah air mereka sendiri dengan ini telah dipenuhi.


Victoria, 1 Juli 1971
Atas nama rakyat dan pemerintah Papua Barat,


Seth Jafet Rumkorem
(Brigadir-Jenderal)

3 comments

sejarah perjalanan bangsa Papua telah melalui berbagai proses, dengan berbagai tantangan didalam suatu perjalanan yg panjang, proklmasi kemerdekaan telah dicetuskan, pemulihan kemerdekaan sudah dilaksakanakan maka sudah saatnya kita buat agar dunia mengakui kemerdekaan bangsa kita, bangsa Papua.

Hahahaha...proklamasi nya pakai bahasa Indonesia. mau merdeka pula?! NKRI harga mati bung!!

Bahasa Indonesia?? melayu kale..


EmoticonEmoticon