SBY TERKESAN BERBOHONG DI DEPAN SEKJEN PBB




Predien SBY hari ini (selasa, 20/03) melakukan jumpa perss bersama sekjen PBB di Cikeas, Bogor. Dalam jumpa pers tersebut SBY mengatakan jika masalah Papua adalah soal kedaulatan bukan soal sebagai masyarakat adat ataupun minotitas maupun soal kesehjateraan. Tapi pada kenyataan di Papua saat ini rakyat Papua menginginkan kemerdekaan. 

Dalam pidato SBY juga, jika ada TNI/POLRI melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), akan ditindak tegas sesuai dengan perbuatannya. Padahal dalam kenyataan Indonesia sering mengadakan operasi militer di Papua, adapun operasi terakhir yang dilakukan adalah OPERASI SAPU MATOA di Paniai pada bulan Desember 2011 lalu. Dalam operasi tersebut aparat keamanan Indonesia membunuh beberapa rakyat sipil, diantara seorang wanita hamil meninggal, saat berusaha melarikan diri ketika ada penggeledahan yang dilakukan di rumah warga lokal Paniai. 

Pada tahun 2009 masyrakat dunia juga dihebohkan oleh rekaman penyiksaan 2 orang warga sipil di Tingginambut, Puncak Jaya. Akan tetapi hal tersebut dibantah keras oleh pemerintah, bahwa itu hanya interogasi. Kejadian Kongreas Rakyat Papua III yang mengakibatkan 3 orang warga sipil, mengakibatkan beberapa LSM internasional mengecam keras tindakan represif TNI terhadap rakyat sipil. Akan tetapi dalam penjelasan atas kejadian tersebut, indonesia membantah keras jika, ada pelanggaran HAM. Walaupun hal tersebut berujung pada dipenjara 5 orang, diantaranya Forkorus Yaboisembut, Edison Waromi dan 3 orang lalinnya. 

Tak dipungkiri Indonesia dianggap negara yang penuh dengan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan TNI/POLRI, diantaranya beberapa kasus besar bukan hanya di Papua, diantaranya kasus MESUJI, SUMBA dan beberapa kejadian lainnya. Terkait pernyataan SBY tersebut terlihat bahwa saat ini bahwa rakyat ada karena negara, bukan sebaliknya.

Komentar