VPS Mati Total Akibat Beban Server


Belajar dari pengalaman, kata-kata ini yang cukup terkenal tapi saya pikir hal ini benar adanya.


Beberapa tahun yang lalu saya dipercayakan seorang kawan untuk mengurusi bangun website portal berita. Tanpa ragu saya otak-atik website tersebut dan ternyata kosong dan harus dibangun dari awal. Bangun dari awal tak hanya tampilan website tersebut, tetapi juga soal sistemnya.

Lagi-lagi jika jika kita bahas terkait bangun sistem sebuah website dari 0 tentu bukan hal yang mudah bagi orang awam seperti saya di dunia infokom, termasuk coding dan lainnya yang berhubungan dengan server. Karena saya tak pernah belajar formal soal informatika, musti buka google bahkan beberapa petunjuk diantaranya tak ada yang berbahasa indonesia. Terpaksa google translate jadi tuan diatas ketidaktahuan saya.

Nah, kembali lagi... awal ketika itu saya diberi pasword dan user name. Awalnya hanya berpikir jika itu hanya sebuah user name pasword cpanel atau WHM, namun ternyata akun root VPS. (penjelasan mengenai apa itu VPS, WHM dan Cpanel akan saya ulas diartikel lain, atau bisa cari di google mungkin ada referensi dari para master.)

Pertama saya buka akun VPS, tampilannya mirip windows mobile generasi pertama. VPS atau kepanjangannya adalah Virtual Private Server. VPS itu seperti sebuah komputer yang bisa kita instal program sendiri. Semakin bagus spesifikasi sebuah komputer semakin lancar juga dalam pengoperasiannya, misalkan perbedaan ketikan Windows 7 2017 dengan Windows XP 2007. Windowd 7 pada tahun inidengan RAM 4 GB, GeForce GTX 750 , Prosesor 3.50 GHz dan Hardiks 250 GB adalah standar rata-rata sebuah PC pribadi.

Hampir semua petunjuk mengenai penggunaan VPS ini saya dapat hasil Mbah Google (bukan mbak...). Hingga akhirnya saya berhasil membangun system itu, WHM, Cpanel dan Wordpress. Awalnya cukup lancar tanpa error dan berlajan tanpa kendala. Namun sebulan berjalan, saya menemukan myqsl jalan sering berhenti dan ketahuan ternyata banyak pengunjung yang tampil di log server VPS. Entahlah saya beruhasa compress berbekal ilmu dari mbah Googe, namun beberapa kali sering mati semua system proses VPS.

VPS yang saya kelola ini cukup standar untuk ukuran portal berita, yang punya pengungjung 10.000 view perhari. Beban server pun sering overload, sebagai solusinya beban tersebut harus dibagi dengan cahce walaupun kapasitan Drive VPS hanya 25 GB dengan 512MB. Beberapa kali coba alihkan DNS ke Cloudflare tapi tetap saja gagal, karena sampah cloudflare pun jadi beban server.

Pada awal bulan Maret 2017 ini, web tersebut akhirnya benar-benar down dan menurut pandangan awam karena tidak mampu menampung pengungjung yang begitu banyak. Karena saya lihat di trafic log ada pengunjung ke ip address server yang berlebihan dan hal ini juga buat sangat susah login ke VPS. Kelebihan pengunjung karena dari log traffic terlihat, Desember 2016 sebesar 5,3 GB dan sedangkan Februari 2017 27GB. FYI, gan... website ini pernah diblokir kemeninfo pada Akhir tahun 2016 tanpa alasan yang jelas, namun dibuka lagi setelah salah satu Lembaga Bantuan Hukum di Jakarta memprotes bahwa pemblokiran karena ini tak sesuai mekanisme. Dan pemblokiran terhadap website ini dilakukan hanya beberapa provider seperti Telkom dan Telkomsel, selain itu lancar jaya.

Dan akhirnya website sudah down dan sedang dalam usaha perbaikan...
minta masukan dari para master..
-->